Sabang Marine Festival

26-30 April 2016

Visit Aceh

Beautiful Land, Exotic Sea and Delicious Food

Visit Aceh

Beautiful Land, Exotic Sea and Delicious Food

Visit Aceh

Beautiful Land, Exotic Sea and Delicious Food

Sabang Marine Festival

26-30 April 2016

2 Mei 2016

Review Targus Wireless USB Laser Presentation dari LAZADA



Hai semua...
Jumpa lagi dengan Ayu. Kali ini saya akan mereview sebuah presenter merek TARGUS atau remote control untuk presentasi slide dari LAZADA. Presenter ini dikirim dari Luar Negeri namum totally free ongkir. Kebayang gak sih, ketika kamu pertama kali mencoba membeli perangkat langsung dari luar Indonesia? Pasti rada was-was kan? Tapi, saya coba dah, mumpung lagi banyak diskon pada moment Ultahnya Lazada.

Nah, pada dasarnya proses pembelian barang dari luar negeri tidak berbeda dengan pembelian barang di dalam negeri jika memesan melalui situs belanja online Lazada ini. Yang asiknya lagi, kita tidak perlu repot-repot nukar mata uang dari rupiah ke dolar karena semua items kita bayar menggunakan kurs rupiah kok (aku cinta rupiah song-red).


Seperti biasa, setelah memasukkan item pesanan ke keranjang belanja dan memotong harga dengan berbagai diskon yang kita dapatkan, selanjutnya kita memilih metode pembayaran. Saat membeli Presenters Targus ini saya memilih metode membayar melalui atm BNI.

Setelah melakukan pembayaran, lalu kita mengkonfirmasi pembayaran tersebut agar pembelian kita segera diproses dan tidak dibatalkan. Konfirmasi pembayaran akan diproses paling lama dalam jangka waktu 2x 24 jam. Jika lebih dari waktu tersebut dan belum ada pemrosesan barang pesanan, kita wajib menghubungi pihak LAZADA. 



Jika proses konfirmasi telah selesai, sekitar dua hari kemudian kita bisa melihat status barang pesanan melalui website Lazada. Kepoin dah sampai mana tu barang udah diproses. Sepengalaman saya membeli remote control Targus ini, destinasi waktu tibanya barang pesanan diprediksikan mencapai kurun waktu 1 bulan (well fine, ceritanya ini barang dari luar negeri gitu-red).

Nah, mulailah saya menghitung hari demi hari, detik demi detik, menunggu kedatangan remote control idaman (lebay-red). 1 hari, 2 hari, 1 minggu, 2 minggu, .... 1 bulan? Yahaaa... ternyata baru 2 minggu menunggu, itu barang udah nongol aja di rumah. Gimana gak senang coba, diluar prediksi gitu. It's always better to feel surprised than to feel disappointed, ya gak?

Inilah dia, jreng...jreng...

Nah, melihat dari alamat pengirimannya, remote control ini di kirim dari China. As usual, God created the world, everything else is made in China,  hahaha....  Awalnya sih rada kecewa melihat paket yang tidak terbungkus dengan kotak. Di dalam hati saya sempat berkata, "yaelah seriusan ini dari luar negeri?"  Namun ternyata kotaknya ada di dalam bungkusan. Berikut kira-kira tampilan presenter targus pada pandangan pertama. 



Dari tampilannya cukup menarik. Kemudian saya mencoba seluruh fungsi tombol yang dimiliki oleh presenter ini. Ingat, terkadang penampilan itu memang menipu. Maka mari kita bahas satu-persatu. 


Sejujurnya, salah satu alasan saya mengincar barang ini adalah karena desainnya yang mungil dan nyaman. Selain itu, usb wireless yang dimiliki oleh remote control ini tergolong sangat tipis dan kecil sehingga tidak mengganggu pemandangan ketika kita menyematkannya di sekitar port laptop atau komputer tentunya. 



Presenter Targus ini memiliki 5 tombol di bagian depan dan 2 tombol di bagian belakang. Tombol depan terdiri dari tombol dark screen, next-previous pages, escape/resume dan laser. Tombol dark screen berfungsi untuk menghitamkan tampilan layar misalnya kamu ingin berpindah tempat ketika melakukan presentasi dan mengharuskan kamu melewati tampilan layar maka audience tidak akan merasa terganggu dengan bayangan yang akan kamu timbulkan ketika melewati layar.



Tombol next-previous pages berfungsi untuk melanjutkan atau memundurkan tampilan slide yang sedang dipresentasikan. Tombol escape/resume digunakan untuk memberikan tampilan layar penuh alias fungsinya sama seperti F5 ketika kita ingin menampilkan fullscreen slideshow pada powerpoint dan juga berfungsi untuk keluar dari tampilan layar penuh tersebut. Adapun tombol laser  menghasilkan sinar laser merah yang bisa digunakan sebagai pointer saat presentasi. 


Adapun fungsi dari dua tombol di belakang remote control Targus ini adalah pertama, tombol on/off untuk menghidupkan dan mematikan fungsi remote control tersebut. Kedua, tombol connect yang berfungsi untuk meriset koneksi antara remote control dan usb yang terdapat di perangkat laptop.

Demikianlah review kali ini semoga bermanfaat!
Terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa lagi di tulisan-tulisan lainnya.

16 April 2016

10 Rahasia Euforia Pariwisata Bahari Kota Sabang Provinsi Aceh


Jika cintamu seluas bahari
Kapal cepat atau lambat, tetap kusebrangi
Jika sayangmu sedalam lautan
Diving dan snorkeling menjadi pilihan
 Aku akan terus mengunjungimu
Jiwaku telah terpaut keindahan pesonamu
Jangan ragukan kedatanganku
Karena Aku Selalu "Sabang" Kamu


Euforia merupakan kondisi seseorang yang merasakan suasana nyaman atau kesenangan yang mendalam. Penyebab euforia yang dirasakan seseorang pastinya beragam. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk merasakan kebahagiaan. Adapun euforia terbaik tahun ini saya rasakan ketika menghabiskan waktu berlibur di Sabang bersama keluarga dan sejawat beberapa pekan yang lalu.


1. Kapal Besar Tidak Harus Mahal


Layaknya alunan salah satu lagu lawas favorit saya ketika kecil dulu "naik kapal kecil takut goyang-goyang, naik kapal besar tidak punya uang," seakan terngiang merdu di telinga kala menaiki si kapal lambat ferry  dari pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh yang bertolak menuju pelabuhan Balohan, Sabang.

Selama di dalam kapal, saya sempat tersenyum simpul mengingat lirik lagu legendaris masa kanak-kanan yang penuh ambigu. Pasalnya lirik "naik kapal kecil takut goyang-goyang..."  seakan mempersalahkan kapal kecil yang rapuh dan rentan saat berada di lautan. Padahal jika meninjau pengalaman dan menilik kenyataan, transportasi laut dalam ukuran apapun, selama berlayar di lautan pasti akan berguncang. Sejatinya, bukan salah ukuran kapal yang menjadikannya berguncang namun hempasan ombak lautan luaslah yang mengajaknya ikut bergoyang, asyik!

Belum cukup menertawai kekonyolan diri akan pemikiran tidak penting semacam itu, sahutan alunan lirik lagu selanjutnya "... naik kapal besar tidak punya uang", dari alam pikiran membuat saya semakin mengakak syahdu. Lirik kedua ini menjadi catatan penting tolak ukur ketimpangan sosial antara si miskin dan si kaya. Seakan perjalanan bahari hanya menyediakan alternatif yang pelik yakni kapal kecil berbiaya murah dengan risiko goyang asyik di lautan lepas atau kemewahan kapal besar dengan fasilitas memukau yang hanya diperuntukkan untuk kaum hartawan? Pilihan yang sulit, bukan?



Namun kenyataannya pilihan perjalanan laut tidaklah sesulit itu. Buktinya, perjalanan wisata bahari yang saya tempuh dengan menggunakan transportasi kapal laut berbeda 180 derajat dari dendangan lagu lawas tadi. Perjalanan wisata dari Banda Aceh menuju Sabang dengan menggunakan kapal besar (kapal lambat) justru menghabiskan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kapal kecil (kapal cepat). Hahaha... senang rasanya hati ini melihat kenyataan yang lebih indah dari dugaan. Terbayangkan bagaimana serunya mematahkan sebuah teori dari sebuah lagu abadi?


Baiklah, kembali lagi ke pembahasan si kapal besar nan ekonomis. Salah satu dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki transportasi ini adalah bentuknya yang luas, lebar dan terbuka. Jadi sangat cocok bagi kita untuk bersantai, berjalan-jalan, berfoto ria, tidur-tiduran atau memancing ikan juga sepertinya oke. Selain itu, bagi kamu yang suka merasakan terpaan angin, hangatnya sinar mentari dan pemandangan indah laut dan pegunungan secara langsung selama perjalanan maka silakan mengambil posisi bersantai di lantai tiga kapal lambat tersebut. Menurut saya pribadi, dek kapal lambat merupakan tempat paling superior di antara semua level tempat duduk idaman selama perjalanan. Jika ingin merasakan sensasi memukau semacam ini, buruan deh ke Sabang melalui perjalanan bahari dengan transportasi kapal ferry


2. Dwiwarna Lautan Sabang-Banda


Hal lain yang paling mengesankan selama melakukan perjalanan laut antara Sabang dan Banda Aceh adalah momen ketika saya sempat melihat fenomena laut dwiwarna secara langsung. Kegirangan? Pastinya. Memandangi kedua warna air yang bersatu padu di dalam samudra tanpa mengganggu keindahan satu sama lain, perasaan saya seketika menjadi campur aduk. Semacam memandang nyata kisah Jack dan Rose dalam film Titanic. Ah, romantis sekali bukan? Nah, jika nanti kamu berkunjung ke Sabang melalui jalur laut dan sempat melihat langsung fenomena ini, maka kamu termasuk orang yang beruntung. Jangan sampai kehilangan momen seindah dan seberharga ini oke!  


3. Keindahan Jalan Kelok 13 di Teluk Balohan Kota Sabang

 

Siapa yang sudah pernah ke Sabang, silakan acungkan tangan? Iya, bagus. 
Siapa yang belum pernah ke Jalan Kelok 13? Nah, mari balik ke Sabang lagi.

Bagi saya pribadi, hal yang paling membosankan ketika berwisata adalah mengikuti jalur dan peraturan umum. Oleh karena itu, bermodalkan rasa penasaran dan daya iseng yang tinggi, maka saya bersama teman-teman sepakat untuk menikmati panorama alam Sabang dengan menelusuri Jalan Kelok 13 di pinggir Teluk Balohan yang mengelilingi pegunungan.



Menurut info yang beredar, jalan ini belum resmi dibuka sehingga sangat sedikit kendaraan yang berlalu-lalang di sekitar daerah ini. Selain itu, jalur yang jauh nan berliku ditambah lagi dengan jalanan terjal mungkin menjadi penyebab utama sebahagian orang enggan untuk melewatinya. Tanpa sadar saya pun mulai berandai-andai.

Andai mereka tahu betapa indah pemandangan di puncak jalan berliku ini!
Andai mereka tahu jarak antar desa di sini begitu jauh dan sepi!
Andai mereka tahu bahwa di sini masih ada panorama alam yang tersembunyi!
Andai mereka tahu...

Pada akhirnya, saya memutuskan untuk mengabari melalui tulisan ini dan berhenti pada andai-andaian yang tidak berarti. Panorama ini harus dilihat dan dinikmati secara langsung. Benar tempat ini masih sunyi, namun ia terlalu indah untuk dinikmati seorang diri.


Sebuah pemandangan terindah dapat dinikmati di salah satu kelok dari jalan kelok 13 ini. Terdapat sebongkah tanah yang menjorok layaknya tebing dari jalur jalan yang beraspal. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan Bate On (batu daun). Jika kelak lewat jalur ini, jangan lupa berhenti sejenak untuk sekedar memandangi dan mensyukuri bahwa inilah keindahan alami Aceh rasa Bali ciptaan Ilahi.

 



Selain keindahan secuil Bate On tadi, lelah perjalanan terjal dan berliku kelok 13 ini juga dapat terobati dengan potret keindahan gunung berapi yang dapat dilihat dari ketinggian. Pelabuhan Balohan pun tampak mungil jika dipandang dari jarak sejauh ini.  

4. Karang Asin Berair Tawar 


Balohan Mata Ie merupakan salah satu desa yang terdapat di jalur Jalan Kelok 13 Kota Sabang. Seperti namanya, mata ie yang berarti mata air, desa ini terkenal dengan air jernih nan tawar yang berasal dari bebatuan karang pesisir pantai di daerah setempat. Menakjubkan bukan? Bagaimana bisa bebatuan karang yang berasal dari lautan yang asin menghasilkan air tawar dan jernih? Saya sempat takjub sekaligus merinding memikirkan keindahan dan keajaiban yang bersatu padu semacam ini. Letak tempat ini memang sedikit tersembunyi. Dari pantauan saya saat itu, hanya terdapat segelintir penduduk desa yang datang ke sini untuk sekedar mencuci pakaian dan mengambil air. Tidak ada wisatawan yang datang untuk sekedar berkunjung menikmati keindahan alam yang satu ini. Sayang sekali bukan? Nah, karena saya telah menjelajahi dan mengabari tempat persembunyian ini maka silakan bertandang dimari.


5. Keeksotisan Anoi Itam dan Sejarahnya yang Menawan



Anoi Itam merupakan salah satu pantai yang terdapat di wilayah Sabang. Sesuai dengan namanya, Anoi Itam (pasir hitam), laut ini menjadi eksotis karena pasirnya yang berwarna hitam, padahal ia terletak di wilayah lepas pantai. Hampir semua pasir di wilayah laut lepas Sabang ini justru berwarna putih. Jadi hal itulah yang menjadikan Anoi Itam sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang unik dan layak untuk dikunjungi.



Selain keindahan pantai yang dimilikinya, Anoi Itam menjadi semakin istimewa dengan benteng bersejarah peninggalan Jepang yang terletak di penghujung bukit pesisir pantai. Untuk sampai ke benteng ini, saya bersama teman-teman harus menapaki belasan anak tangga dan melewati jalan setapak di sela-sela pepohonan rindang yang kekar.


Jika meninjau dari tata letaknya, benteng ini dibangun untuk memantau musuh yang masuk ke wilayah Sabang melalui jalur laut. Terdapat sebuah meriam yang cukup besar dan panjang yang mengarah tepat ke laut lepas. Hal ini mengindikasikan bahwa benteng tersebut merupakan salah satu benteng pertahanan yang cukup fenomenal di masanya.

 
Menurut informasi dari salah seorang penduduk setempat, jika kita berlayar tepat lurus ke arah lautan di depan benteng ini maka dalam hitungan jam kita akan tiba di kawasan laut Thailand. Dikatakan pula bahwa nelayan Sabang di sekitar daerah ini juga melakukan transaksi jual beli hasil laut dengan para nelayan Thailand di perbatasan wilayah. Namun, keabsahan informasi tersebut belum dapat dibuktikan secara pasti. Saya tidak mendapatkan sumber informasi yang cukup mengenai perjalanan menuju Thailand melewati jalur lautan Sabang. Seandainya informasi itu benar, maka berwisata ke negeri jiran melalui jalur laut Sabang pastinya akan sangat mengesankan.

 

6. Misteri 3 Sumur Tepi Laut



Salah satu destinasi pariwisata bahari yang paling populer di Sabang adalah Pantai Sumur Tiga. Selain buliran pasirnya yang menawan, warna laut di pantai ini luar biasa indah bak kolam renang. Untuk sampai di pantai ini, saya dan teman-teman harus menuruni puluhan anak tangga yang cukup licin dan terjal. Di dalam perjalanan menuruni anak tangga, kami melihat beberapa pelancong yang sudah lanjut usia tampak kesulitan dan kelelahan. Maksud hati menyentuh pantai, apa daya lutut gemetar, begitulah kira-kira sirat mata mereka berkata. Jika ada fasilitas perosotan menuju pantai, mungkin akan sangat membantu para wisatawan lanjut usia ini, celetuk hati saya memberi solusi. Namun kenyataannya tindakan saya hanya berakhir pada sapaan sopan dan anggukan pelan pertanda minta permisi, menumpang lewat semata. 


Sesampai di beberapa anak tangga terakhir sebelum kaki ini menyentuh pasir, saya melihat sebuah sumur tua klasik. Tidak seperti kebanyakan sumur saat ini yang dibangun dengan menggunakan minjeng (sejenis cincin sumur yang dicetak dengan adukan semen), sumur ini tampak dibangun dari bebatuan pipih yang disusun dengan rapi. Di dinding sumur tertulis Proyek 1977, sepertinya ini tahun pemugaran sumur tersebut. Tampaknya usia asli sumur ini jauh lebih tua, namun tetap terlihat menawan di usia senjanya. Namun mengapa dia menyepi sendiri? Kemana dua lainnya? Bukankah ini Pantai Sumur 3? Saya mulai mengomeli diri, penasaran bukan kepalang. Pucuk dicinta ulam pun tiba, salah seorang penduduk yang baik hati mulai menuturkan misteri dari sumur ini.


Dahulu kala terdapat tiga buah sumur di pesisir Pantai Sumur Tiga ini. Ketiga sumur dibuat saling berdekatan dan memiliki rasa air yang tawar. Namun dari waktu ke waktu, ketiga sumur tersebut menjauh satu sama lain. Menurut kepercayaan penduduk setempat, hanya satu sumur yang kini tersisa di bibir pantai selebihnya menghilang di balik lautan. Konon katanya, sumur-sumur yang menghilang itu akan muncul dan tampak kembali ketika air laut surut. Berdasarkan saran dari penduduk di sekitar sini, jika ingin mengabadikan foto di sekitar sumur tersebut agaknya kita diminta untuk berdehem terlebih dahulu sebagai pertanda minta permisi. Ritual tersebut dipercaya untuk menghindari penampakan atau kemunculan gambar-gambar yang tidak diinginkan pada foto yang diabadikan di sekitaran sumur tersebut.

7. Pante Kasih dan Pesona Karang yang Tersisih


Biasanya jika berjalan-jalan di pantai mana pun, saya hobi mengumpulkan beberapa karang yang terdampar di pesisir pantai untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Namun sayang, karang di pesisir pantai ini hanya bisa dikenang tanpa tahu bagaimana cara untuk dibawa pulang. Baiklah, kali ini mari saya perkenalkan sebuah pantai yang terletak sangat dekat dengan perumahan penduduk dan sangat terkenal dengan hamparan damparan karang di bibir pantainya, sebut saja pantai ini dengan nama Pante Kasih.


Kali pertama saya mengunjungi Sabang, entah mengapa saya tidak menemukan karang-karang raksasa di wilayah Pante Kasih yang saya datangi. Pante Kasih yang saya kenal pada pandangan pertama justru merupakan pantai dengan pasir kasar dan puluhan ranjau pecahan karang yang terselip di dalamnya. Jadi, berjalan apalagi berlari-lari dengan kaki telanjang sangat tidak disarankan. Namun beberapa minggu kemudian, tepatnya kali kedua saya mengunjungi Sabang, saya menemukan sebuah tempat di jalur Pante Kasih yang sangat berbeda dengan kondisi yang pernah saya kenal sebelumnya. Karang-karang raksasa tergeletak indah di bibir pantai layaknya mozaik. 

Saat itu pantai tampak sepi. Hanya ada dua orang wanita, tak jauh dari tempat kami berdiri, yang sedang melakukan olah raga yoga di atas pasir di balik salah satu batu karang raksasa. Mereka hanya mengandalkan pasir sebagai matras, padahal gerakan yoga yang mereka lakukan cukup ekstrem. Seketika itu juga saya tersadar bahwa pasir di tempat tersebut sangat bersih dan lembut, tidak terdapat ranjau pecahan karang sama sekali. Sontak saya berlari-lari riang dan berguling-guling di atas pasir yang bertabur karang-karang elegan. Layaknya anak-anak yang baru saja menemukan kembali mainan kesayangannya yang hilang, saya kegirangan. Begitulah reaksi alami dari keindahan panggilan alam, syukur tingkah polah saya tidak dilihat orang. 

8. Seulako: Keindahan Tersembunyi Pulau Tak Berpenghuni



Pertanyaan, siapa yang tidak mengenal Pulau Rubiah? Nyaris tidak ada bukan?
Siapa yang tahu letak Pulau Seulako? Nah, mulai bingung deh!
Pulau Seulako adalah pulau mungil yang terletak berdekatan dengan Pulau Rubiah. Mungkin tidak semua orang akan mengubris kesendiriannya. Namun kisahnya yang melegenda sempat membuat saya terpana. 

Alkisah pulau kecil yang terpisah ini sangat terkenal di kalangan para penyelam yang menyukai keindahan taman bawah laut. Kealamiannya yang belum terjamah tangan manusia membuat pulau ini memiliki bermacam biota laut yang unik dan terumbu karang yang menarik. Selain itu, pemandangan di sekitar pulau ini juga tidak kalah indahnya. Seperti hutan-hutannya yang rimbun dengan berbagai macam spesies burung yang hidup bebas di dalamnya. Mungkin benar kalau pulau ini tidak berpenghunikan manusia, namun ia menjadi syurga kehidupan bagi ekosistem makhluk hidup lainnya.  


9. Diving dan Snorkeling di dalam Batik Samudra



Akhirnya tibalah saatnya saya membeberkan ritual wajib yang dilakukan oleh hampir seluruh wisatawan yang pernah berkunjung ke Sabang. Ritual apakah itu? Iya, benar sekali. Ritual menceburkan diri ke dalam lautan alias diving dan snorkeling.

Berhubung kebanyakan dari kami hanya bisa berenang dengan gaya batu, maka kami memilih paket snorkeling  saat liburan ke Sabang beberapa pekan yang lalu. Jika ditanya mengapa tidak mencoba diving saja? Jawabannya sederhana, saya tidak ingin teman-teman saya menjelma menjadi terumbu karang karena tidak bisa muncul kembali ke permukaan setelah menyelam.


 
Pada dasarnya kegiatan snorkeling ini juga dapat dilakukan di daerah Pantai Teupien Layeu Gampong Iboih. Namun kebanyakan pelancong lebih memilih Pulau Rubiah untuk ekspedisi sekaligus menyapa ikan-ikan yang sangat gemar makan mie instan. Setiap orang tentu punya selera, bahkan ikan juga.


Untuk menuju pulau Rubiah, biasanya kita menyewa kapal. Ada dua jenis kapal yang bisa digunakan untuk menghubungkan dua daratan ini. Kapal/perahu khusus penyeberangan dan kapal terumbu karang. Kesamaan kedua jenis kapal ini adalah para penumpang akan diantar pulang pergi dari Iboih-Rubiah. Sedangkan perbedaan kontrasnya adalah kapal terumbu karang memberikan kita kesempatan untuk berkeliling pulau Rubiah sambil menikmati pemandangan karang batik dan biota laut lainnya dari kaca tembus pandang pada bagian tengah kapal tersebut.


Perlu diketahui bahwa sebelum menuju Pulau Rubiah, ada baiknya mengganti baju untuk berenang terlebih dahulu. Gunakan pakaian renang yang sopan dan nyaman. Menurut aturan setempat, dilarang menggunakan bikini bagi wanita dan hanya celana renang bagi pria saat berenang di kawasan Iboih dan Rubiah. Sebelum berenang, saya sarankan untuk menggunakanlah sunscreens water-resistant ke seluruh area tubuh dan wajah. Ingat, tujuan kita adalah untuk melakukan aktifitas snorkeling, bukannya untuk menjadi kleng (bahasa Aceh: hitam/gosong).

Berikut daftar harga dan hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan aktifitas snorkeling:

NB: Biaya tersebut sewaktu-waktu dapat berubah, sesuai dengan kondisi dan kelihaian dalam bertransaksi. 

10.Game Pesona Pariwisata Bahari Aceh

Pariwisata Aceh

"Bisakah seseorang jatuh cinta pada hal yang bahkan belum pernah dia temui sebelumnya?" Sekilas kata-kata romantis semacam itu terdengar gombal dan dianggap sekedar pemanis nuansa yang tidak terjaminan kepastiannya. Namun di sini saya ingin membuktikan bahwa terkadang hal itu benar adanya. 

Tahun 2015 silam, saya bersama rekan saya membuat sebuah permainan berjudul Cempala dengan latar belakang pemandangan alam Aceh. Salah satu tema yang kami angkat adalah pemandangan hamparan lautan Sabang. Pada saat proses pembuatan game tersebut, saya sama sekali belum pernah mengunjungi kota Sabang. Berkali-kali saya merencanakan kunjungan wisata tersebut, namun berkali-kali bubar di tengah jalan. Sakitnya itu, di sini, di dalam hati. Namun, kerinduan itu akhirnya saya tuangkan secara positif melalui sebuah karya game edukasi yang bertemakan pariwisata bahari Sabang. 

Game Cempala Level 2 Dengan Tema Panorama Bahari kota Sabang
Alhamdulillah, keindahan Sabang yang saat itu hanya bisa saya rasakan di dalam hati dan angan, sepenuhnya tertuang indah di dalam game Cempala. Hingga saat ini, permainan tersebut telah dimainkan sebanyak lebih dari 1000 kali oleh pemain dari 40 negara di seluruh dunia. Dengan demikian, secara teknis, saya sudah menjalankan tugas duta pariwisata Sabang untuk memperkenalkan keindahan panoramanya kepada 1000 orang dari berbagai belahan dunia. Tentu terdapat peluang yang besar bagi mereka untuk mengenal Sabang lebih dekat dan berkunjung ke tempat ini suatu hari nanti. Faktanya, hingga saat game Cempala di publikasikan, saya bahkan sama sekali belum mengunjungi Sabang secara langsung. Demikianlah cinta bekerja, dia memiliki pesonanya tersendiri. Seperti yang pernah disebutkan oleh seorang komikus ternama Indonesia, Sweta Kartika, "jika ragamu tak bisa menjangkau dirinya, biarkan karyamu yang mencumbu hatinya". Asyik!
Selain game Cempala, sebuah karya lainnya yang juga merupakan buatan para pemuda Aceh yang bertemakan keindahan bahari juga disajikan dalam permainan yang berjudul Lada Secupak. Game tersebut mengisahkan pertualangan bahari kerajaan Aceh masa silam. Permainan Lada Secupak ini juga tidak kalah serunya dari game Cempala dan game Lada Secupak ini juga sangat patut untuk dicoba. Demikianlah 10 rahasia euforia pariwisata bahari kota Sabang yang saya alami. Jadi, kamu kapan berlayar ke Sabang?





17 Maret 2016

Review Spring Come Portable Pink Mesin Jahit Mini dari BLIBLI.COM




Mesin jahit tangan ini saya pesan pada tanggal 12 Maret 2016 pada situs belanja online blibli.com. Saya membeli Spring Come Portable Pink Mesin Jahit Mini seharga Rp.27.000. Mesin jahit ini saya pesan semata-mata untuk memulihkan rasa penasaran saja. Secara pribadi saya merasa bahwa ide di balik pembuatan mesin jahit mini ini sangatlah jenius tapi saya penasaran dengan fungsinya. 

Review Jacq Bantal dan Guling Set dari BLIBLI.COM



Set bantal ini, yang terdiri dari sebuah bantal kepala dan sebuah guling, saya pesan pada tanggal 12 Maret 2016 yang lalu di situs belanja online blibli.com. Saya membeli set bantal ini dengan harga Rp.75.000. Jika ditinjau dari sisi konsumen yang selalu berpegang teguh pada motto "murah tapi tidak murahan" maka set bantal ini menjadi rekomendasi yang cukup tepat. 

15 Maret 2016

J.Co Donuts and Coffee di Banda Aceh


“Lagi di J.Co nih!” update status FB seorang teman.
“Nyantai bareng; hastag #jco hastag #suzuyamall hastag #bandaaceh” muncul di insta teman lainnya.

Cerita punya cerita nih, beberapa waktu yang lalu sebuah nama asing, sebut saja J.Co, tiba-tiba menghebohkan dunia persilatan icip-icip Banda Aceh. Awalnya saya kira J.Co itu sejenis nama tempat karaoke atau tempat game seperti funland (super duper kuper-red), namun ternyata itu nama sejenis cafĂ© atau restoran gahol gitu.

24 Gaya Foto Wajib Ala Sabang




Hai… kembali lagi bersama ayu di sini.
Pada tulisan kali ini saya menampilkan beberapa foto-foto kece ala Sabang yang bisa kamu adopsi entar pas liburan di sana. Siapa tau entar kamu-kamu pada terinspirasi untuk buat foto prewed, pregraduated atau pre-pre lainnya di Sabang. Jadi, buat kamu-kamu yang demen selfie apalagi groufie, buat apa jauh-jauh ke Bali, apalagi keluar negeri, ke Sabang aja kali!