Sabtu, 04 Mei 2013

Akhirnya Hadiahnya Sampai Juga!


Kamis,02052013

Nah... ceritanya sekitar seminggu yang lalu, panitia lomba IPPNU mengabarkan via FB kalau hadiah lomba puisi sudah dikirimkan! Yeyyyy!!! Wah, penasaran apa dan bagaimana bentuknya. Secara, jangankan tahu hadiahnya apa, saya saja sempat lupa pernah mengikuti lomba ini. 

Pasalnya, ketika saya mengikuti sesuatu perlombaan, keseringannya iseng-iseng, only for having fun. Namun, lagi-lagi dengan rahmat Allah, karya saya terpilih dalam perlombaan. Anehnya, giliran serius mengikuti lomba, sering tidak terpilih. Hmmm... kadang sempat terpikir, mungkin saya tergolong tipikal orang yang tidak mampu berkarya di bawah tekanan.  Waduh, yang penting tetap berkarya. Mau dalam keadaan tertekan, ngambang, melayang, yang penting HASILnya bung!







Jumat, 19 April 2013

Misteri_us!

Warnanya keabu-abuan
Namun tak berarti kusam
Hawanya dingin
Juga panas

Tenang dan sejuk
Namun juga gaduh dan gersang

Riakannya kecil 
Namun dalam
Lebar dan dangkal
Terlihat tetapi samar

On Thursday, January 6, 2011 at 2:17pm

Rumusan Kebahagiaan



1. Waspadailah do'a orang yg teraniaya dan air mata orang papa

2. Jika kesedihan datang dan kegundahan bertambah maka katakanlah ''Laa ilaaha illallaah'' (tiada tuhan yg berhak disembah selain Allah) 

3. Sakit adalah surat yg membawa kabar gembira dan sehat adalah pakaian yang berharga

4. Manfaatkan detik untuk 'bertasbih', menit untuk 'berfikir' dan jam untuk 'beramal'

5. Shalat dapat melapangkan dada dan mengusir duka


6. Meninggalkan maksiat adalah jihad dan terus menerus melakukannya adalah Pembangkangan

7. Hati yang sehat adalah yang TIDAK menyimpan Kesyirikan, Tipuan, Dendam dan Dengki

8. JANGAN BERPUTUS ASA dari Rahmad Allah


9. Jangan ceritakan penderitaanmu, kecuali kepada orang yang membantumu dengan pikiran dan ucapannya yang menentramkan hati

10. Kesulitan besar terasa enteng dengan Senyuman Seseorang yang Percaya Diri

11. Belajarlah berinteraksi dengan apa yang engkau takuti, maka ia akan menghilang perlahan-lahan

12. Kehidupan ini indah bagi orang" beriman dan akhirat itu dicintai orang" bertakwa

13. Jangan berteriak" histeris karena ia MeLeLaHkAn. Jauhi Cercaan karena ia menyiksa diri

14. 90% akhlak baik bersumber dari SIFAT PEMAAF

15. Agar Engkau Lebih Cantik maka Berpikirlah secara Cantik

16. Engkau tak Layak menjadi Pemimpin, kecuali jika engkau mampu mengendalikan hidupmu

17. Berbagilah, karena kebahagiaan hakiki ada di sana (akhirat)

18. Manusia yang paling Bahagia adalah Yang Paling Banyak Membahagiakan Orang Lain

19. Jangan menunggu bahagia untuk Tersenyum, tapi Tersenyumlah agar Engkau Bahagia


Dikutip dari : Buku "Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia dan Akhirat" karya: Dr. Aidh Al-Qadri.

Ketika Kata Merubah Nuansa


Sejak tadi sore konsentrasiku pecah. Sempat beberapa kali aku termenung dalam diam. Lagi-lagi, perkataan temanku tadi siang terngiang di telinga. Pernyataan polos namun penuh makna. Taukah kau kawan, apa yang dikatakannya?

Tentu saja kau tak bisa menerka, aku tau kau bukanlah peramal atau ahli nujum yang mampu menerawang rahasia. Tak perlu khawatir dan gusar kawan, aku tak ingin engkau hidup sensara hanya karena ingin mengetahui kelanjutan cerita. Aku sama sekali tak bermaksud untuk bernostalgia, pun tak ingin bernostal_gila. Yg kutulis hanyalah fakta, apa adanya tanpa rekayasa. Beginilah kisahnya.

Kala itu dhuha, tepatnya tanggal 3-1- 2011. Ah, ternyata tanggalnya tak seberapa keren kawan, jika tahunnya 2031 mungkin akan sedikit berbeda (candaan garing pengantar cerita). Sesaat melepas penat dari tekanan ujian yang nyaris merengut nyawa, ya begitulah kawan, kebiasaanku jika bercerita, majas hiperbola menjadi menu pembuka.

Aku dan beberapa orang temanku duduk di taman MIPA matematika, begitulah julukan akrab yg kuberikan untuk pinggiran koridor dan tempat parkiran dekat ruang perkuliahan kami (3a). Seorang temanku berkata, dia bahagia karena bisa menjawab pertanyaan ujian yang berbisa. Itu hanya istilahku kawan, jangan dikira kami mahasiswa kedokteran hewan, ingat kami matematikawan.

Ya 'berbisa' begitulah julukan untuk soal yg kulebelkan. Mari kujelaskan alasanya kawan, sedari tadi dahimu berkerut, aku tau kau bingung.

Jika kau lihat soal itu, maka ber'bisa' kalut.
Jika mulai dikerjakan, ber'bisa' pusing.
Jika tak bisa mengerjakannya lagi, ber'bisa' kesal.
Dan masih banyak 'berbisa' lainya.

Mari kulanjutkan kisah ini, muqaddimah terlalu panjang kusampaikan untuk menggapai isi. Namun di sisi lain kulihat temanku yang bermuka durja. Tampaknya kekecewaan sedang meliputinya. Aku tak ingin mengusiknya, pun aku terlalu lelah untuk bercanda dan menghiburnya.

Temanku yang sedang gembira seketika menyapa sang durja.  Saat sang bahagia menyapa sidurja, maka terjadilah percakapan singkat namun memikat. Si bahagia menasehati sang durja dengan senyuman lebar di bibirnya. Sepersekian detik aku terpaku, bagaikan menonton sinetron (mencoba mencintai produk dalam negeri kawan, box office bukan kebanggaan kata orang, entahlah).

Bisakah engkau bayangkan jika seorang kaya yang kenyang menasehati sang papa yang kelaparan untuk bersabar terhadap rasa lapar itu? Seketika diamku terasa dingin, kupicingkan mata sedemikian rupa agar dirinya (si bahagia) tak melanjutkan kata-kata karena ku tak suka. Dia menangkap sinyal mataku (kata orang mataku tajam dan dalam jika sedang kesal). Sang bahagia pun berhenti berkata, dia terdiam. Coba tebak kawan, bagaimana kelanjutannya? 

Suasana semakin menegang dan... (jika tebakanmu seperti ini, kau terjebak kawan, banyaklah latihan).

Bukannya menimbulkan ketegangan, aku justru tertawa terbahak, suasana mencair seketika. Aku bukan tipe pemarah kawan, tak usah khawatir. Si durja mulai tersenyum, aku tak mengerti mengapa tiba-tiba dia bahagia. Two thumbs up! Kuberikan kepada sang bahagia, 'kau pasti sudah belajar dan berusaha keras bukan! '. Sang bahagia tersenyum namun matanya berkaca-kaca. Apakah dia terharu? Entahlah, aku bingung terhadap ulahku sendiri. Aku bisa membuat seseorang tersenyum dan menangis secara bersamaan.

Salah siapa kawan?
Tentu 'kata'.

Sang bahagia mulai kembali angkat bicara, dia membuka rahasia, wajahnya tanpak serius dan tak biasa.
Aku mulai waswas, khawatir jika harus melanjutkan cerita yang telah terlupa. Yakni sebersit kenangan lama. Rahasia!

Selasa, 16 April 2013

When Social Networking Beats Out Online Learning


Alhamdulillah, essay ini terpilih sebagai juara I Writing Essay Competition yang digelar pada acara EDSA 31st Anniversary 2013.
*** 

Nowadays, social networking is one of a very popular issue among the majority in the world, including Aceh. The social networking can be defined as an act of engagement. It also can be defined as groups of people with common interests, or like-minds, associate together on social networking sites and build relationships through community.[1]  The social networking becomes a necessity for everyone. Social networking not only helps people to connect with everybody in this world but also, somehow, become a lifestyle for them.

The popularity of social networking together with availability of internet connection around the world has been creating a new world in the real world. This new world has a new way in gathering people because this world is not limited to space and time. This world can provide and spread information faster. This world is called cyber world. By the time, people move from the real world to cyber world. Then, they become the cyber citizens. This condition forced them to create, at least, an account, in social networking in order to tell the whole world that they are “exist”. This phenomenon makes the Acehnese people want to learn and to know more about the use of internet and some technological tools, such as computer, laptop, smart phone, and tablet on the purpose of becoming the cyber citizens.

Besides the hot issue of social networking, today we commonly know about the issue of online learning too. Ally defines that online learning as the use of the Internet to access learning materials.[2] Usually, online learning contained with some multimedia applications that can create flexible learning environment for learners. Just like social networking, online learning needs high technology tools and internet connection as well. However, unlike the popularity of social networking around the majority of Aceh, the popularity of online learning seems left behind.

A research which was conducted by ‘Ulya in Banda Aceh, 2012 stated that from 81% of the students who were participated in her research which understand in accesing internet, 90% of them never use the internet for online learning. The students argued that the information of online learning was not as popular as social networking.[3] In addition, a college student infers that Acehnese people’ tendency who love playing rather than learning makes social networking which provides more interesting features become more popular around Acehnese majority. [4]

In addition, the magister who was graduated from information and society in National United University Taiwan argued that social networking gives different psychological condition to the user. Feeling of freedom, pleasure, happy and fun are several good feeling that majority find when using the media in social networking.[5]  Similarly, the director of women magazine in Aceh, POTRET magazine, conveyed that the environment and name that carried by both of social networking media and online learning media are different. Social networking is, usually, named by a unique name that easy to read and remember. The name gives some psychological addicted to the user. The user always want to use and say everything on social networking, twitter for example, and they always want to come back soon in order to face the social networking again such as facebook. Moreover, the social networking gives more freedom to the user in accessing the media. The user is allowed to explore and share everything for free in it, without any limitation, as long as their acts do not offend everything that is related to ethnic, religious, racial, and pornography issues.[6]
 
On the other hand, Tabrani assumed that the name of online learning, which bring along the word “learning”, created psychological block for the user. The word learning create such a serious situation for the user. They will assume that every single thing which is contained by online learning will look so scientific and tense. Responding to the problem, he gave some solution to overcome the psychological block from the online learning. He suggested in changing the word learning with the other synonymous. So that, it will reduce the tense of the user. Furthermore, creating the new image for online learning by containing several interesting new features for supporting learning can be another good solution too.

A programmer, who created one of alternative learning media for students college, added that actually both of social networking and online learning have different features and pleasure. At this time, social networking looks more desirable because it produces the benefits that the majority need at this time. However, it could be possible for online learning to become an interesting media in the future too, if only it can provide the features that are needed by consumers.[7]

Finally, from those data, arguments and views, we can find the cause of why at this time social networking can beat out online learning. Actually, social networking and online learning, both of them, need such a modern and high technology tools to use. However, some interesting features and psychological aspects have been giving the big influence for the development of both media in society, especially for Acehnese people.


[1]Sarah Hartshorn, 5 Differences Between Social Media and Social Networking, from: http://socialmediatoday.com/SMC/194754 retrieved on April, 2013.
[2]M. Ally“Foundations of Educational Theory for Online Learning,” in T. Anderson, & F. Elloumi (Eds.)Theory and Practice of Online Learning (pp. 3-32)(Canada: Athabasca University, 2004), p.4-5.

[3] Ayu ‘Ulya, Students’ Perception of Online Learning through ESL/EFL Websites, Banda Aceh: IAIN Ar-Raniry, 2012,  p.45.
[4] Muhammad  ZakwanPersonal Interview, April 2013.
[5] Ima Dwitawati, Personal Interview, April 2013
[6] Tabrani Yunis, Personal Interview, April 2013

[7]  Rizqi Muharridha, Personal Interview, April 2013.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
REFERENCE


Ally, M., (2004), Foundations of Educational Theory for Online Learning, in T. Anderson, & F. Elloumi(Eds.), Theory and Practice of Online Learning (pp. 3-32), Athabasca: Athabasca University.

Hartshorn, S., 5 Differences Between Social Media and Social Networking, from: http://socialmediatoday.com/SMC/194754 retrieved on April, 2013.

‘Ulya, A., (2012), Students’ Perception of Online Learning Through ESL/EFL Websites, Banda Aceh: IAIN Ar-Raniry.


Written by: Ayu 'Ulya


Pages